Dukung Pembangunan Pasar Barito, Bang Azran: Lokasi Baru Pedagang Juga Harus Diperhatikan

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, mendukung pembangunan Pasar Barito, Jakarta Selatan. Meski demikian, ia berharap lokasi baru yang akan ditempati pedagang juga diperhatikan Pemprov DKI.

Hal ini disampaikan Achmad Azran lantaran masih ada 50 pedagang Pasar Barito yang menolak relokasi.

Menurutnya, para pedagang sebenarnya memiliki itikad baik dan bersedia mendukung pembangunan.

"Saya rasa para pedagang ini patuh kok, mereka bersedia. Apalagi sebelumnya mereka semua sudah menyatakan kesediaannya untuk pindah. Hanya saja, pasti ada pertimbangan yang membuat mereka tetap bertahan," katanya, Jumat (8/8/2025), di Jakarta.

Ia pun berharap lokasi baru buat para pedagang di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, bisa memenuhi aspek kenyamanan sehingga tetap mendukung aktivitas jual beli yang bisa menguntungkan pedagang.

"Pasti ada kekhawatiran di pedagang saat akan menempati lokasi baru. Apakah dagangannya laku, pastinya akan kehilangan pelanggan lama dan harus menanti pelanggan baru, dan apakah tempat baru ini ramai. Mudah-mudahan hal seperti ini sudah diperhatikan juga oleh Pemprov," ujarnya.

Senator yang akrab disapa Bang Azran itu berharap Pemprov DKI tetap melakukan pendekatan persuasif dan humanis terhadap para pedagang.

"Sejauh ini saya apresiasi kinerja pemerintah daerah karena negosiasi berjalan lancar. Terhadap para pedagang yang masih bertahan, saya harap tetap dilakukan pendekatan yang persuasif dan humanis," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan relokasi pedagang Pasar Barito ke lokasi baru yang akan difungsikan sebagai pasar wisata hewan di kawasan Lenteng Agung.

Namun, dari total sekitar 118 pedagang di Pasar Barito, sekitar 50 pedagang belum pindah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan pembangunan tetap berjalan karena pedagang sudah menyatakan kesediaan untuk pindah. Meski begitu, dia memastikan negosiasi tetap akan berjalan.

Menurutnya, relokasi bukan semata-mata soal pemindahan pedagang, tetapi bagian dari penataan kawasan. Ia menyebut beberapa pedagang ada yang memilih untuk tetap menyewa kios secara kontrak dalam masa transisi sebelum pasar baru selesai dibangun.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *