Empat Pilar Peradaban dan Jejak Indonesia di Perpustakaan Terbesar Dunia

Washington DC, 10 Juni 2026 — Perpustakaan Nasional, Museum Nasional, Galeri Nasional, dan Arsip Nasional merupakan empat institusi utama yang menjadi fondasi peradaban modern di berbagai negara. Keempatnya berfungsi sebagai pusat memori kolektif bangsa yang menyimpan, merawat, dan mewariskan sejarah, ilmu pengetahuan, seni, serta identitas nasional kepada generasi mendatang.

Dalam konteks penguatan hubungan budaya dan intelektual Indonesia-Amerika Serikat, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, melakukan kunjungan ke Library of Congress pada Rabu, 10 Juni 2026. Kunjungan tersebut didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC.

Rombongan diterima oleh Dr. Sarah Rhodes dari Congressional and Intergovernmental Office serta Ms. Naomi dari Copyright Office. Pertemuan membahas peluang penguatan kerja sama antara Library of Congress dan berbagai perpustakaan di Indonesia, termasuk pertukaran buku, pengayaan koleksi, dan perluasan akses pengetahuan.
"Koleksi Indonesia yang tersimpan di Library of Congress merupakan bukti bahwa bangsa kita memiliki kontribusi penting dalam khazanah pengetahuan dunia. Setiap buku, manuskrip, arsip, dan karya intelektual Indonesia yang hadir di sini menjadi duta bangsa yang memperkenalkan sejarah, budaya, pemikiran, dan pencapaian Indonesia kepada masyarakat internasional," ujar Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo.

Library of Congress dikenal sebagai perpustakaan terbesar di dunia dengan lebih dari 170 juta koleksi yang mencakup sekitar 39 juta buku dan bahan cetak dalam 470 bahasa, 73 juta manuskrip, jutaan foto, peta, rekaman musik, serta arsip suara. Di antara koleksi tersebut, sekitar 190.000 berasal dari Indonesia, mencerminkan kekayaan warisan intelektual dan budaya bangsa yang telah menjadi bagian dari lanskap pengetahuan global.

Jejak Indonesia juga tercermin melalui koleksi yang mendokumentasikan perjalanan para pemimpin nasional. Library of Congress menyimpan lebih dari 1.100 buku tentang Presiden Soekarno, 918 buku mengenai Presiden Soeharto, serta berbagai karya tentang Presiden B.J. Habibie. Selain itu, American Folklife Center juga menyimpan rekaman dan dokumentasi budaya Indonesia yang berasal dari periode 1893 hingga 2009.

Salah satu koleksi Indonesia yang paling berharga adalah manuskrip Jawa beriluminasi tahun 1862 berjudul Pangkat-pangkat caritanipun serat babad ing Tanah Jawi sedhaya, yang mengisahkan sejarah Jawa dan penyebaran Islam dengan ilustrasi artistik bernilai sejarah dan estetika tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Dubes RI menyerahkan buku karyanya berjudul Teknologi Maritim & Teknologi Pertahanan Indonesia (Edisi ke-3, 2018) kepada Library of Congress. Penyerahan ini menambah jumlah karya beliau yang tersimpan di perpustakaan tersebut menjadi 20 judul.

"Perpustakaan, museum, galeri, dan arsip adalah empat pilar peradaban yang menjaga memori kolektif bangsa. Melalui kerja sama antar-lembaga pengetahuan, kita tidak hanya melestarikan warisan masa lalu, tetapi juga membangun jembatan bagi generasi masa depan untuk saling memahami dan belajar satu sama lain," ujarnya.

Dubes RI juga menyampaikan rencana kunjungan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973 pada 1 Juli 2026 yang akan menyumbangkan sekitar 100 judul buku dan atlas ke Library of Congress. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran intelektual dan budaya Indonesia di panggung global.

"Kami berharap semakin banyak akademisi, penulis, peneliti, perguruan tinggi, dan komunitas Indonesia yang berpartisipasi memperkaya koleksi tentang Indonesia di perpustakaan-perpustakaan dunia. Kehadiran karya-karya Indonesia di pusat-pusat pengetahuan global akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia," tutup Indroyono Soesilo.

Kehadiran koleksi Indonesia di Library of Congress bukan sekadar angka, melainkan cerminan eksistensi bangsa dalam percakapan pengetahuan dunia. Melalui buku, manuskrip, arsip, dan warisan intelektualnya, Indonesia terus memperkenalkan identitas, sejarah, dan pencapaiannya kepada masyarakat internasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *