JAKARTA— Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Work From Home (WFH) yang didorong Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Menurut Bang Azran, kebijakan WFH merupakan solusi realistis dan relevan, khususnya bagi wilayah metropolitan seperti DKI Jakarta yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan menjadi salah satu kontributor terbesar konsumsi BBM. “Pengurangan mobilitas harian pekerja akan berdampak langsung pada penurunan penggunaan kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan, sekaligus menekan konsumsi energi,” ujarnya.
Sejumlah data menunjukkan bahwa penerapan WFH memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi energi. Bahkan, jika diterapkan satu hari dalam seminggu, kebijakan ini berpotensi menekan konsumsi BBM hingga sekitar 20% dari penggunaan normal. Selain itu, berbagai studi internasional juga mengindikasikan bahwa peningkatan proporsi pekerja WFH berkorelasi dengan penurunan emisi transportasi, yang turut berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara di perkotaan.
Bang Azran menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. “Ini langkah win-win solution—negara bisa menghemat subsidi energi, masyarakat lebih efisien secara biaya, dan lingkungan menjadi lebih terjaga,” tegas saat ditemui ketika Open House menyambut Hari Raya Idul Fitri di Ciracas, Jakarta Timur, 21 Maret 2026.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan WFH merupakan bagian dari langkah antisipatif pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian global, khususnya terkait potensi kenaikan harga energi akibat dinamika geopolitik. Pemerintah, menurutnya, harus proaktif dalam melakukan penghematan serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dengan demikian, kebijakan WFH dipandang bukan sekadar pola kerja alternatif, melainkan strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi, menekan beban subsidi BBM, dan menjaga keberlanjutan ekonomi di tengah tekanan global.
